Apr 282011
 

Adab-adab dalam berteman :

1. Niat yg shalih agar dapat saling membantu dalam kebaikan dunia dan akhirat, dalam ketaatan dan saling memberi nasehat.
2. Mengambil teman yang shalih. Sebagaimana sabda Nabi: “Janganlah kamu berteman kecuali dengan mukmin”. (Abu Dawud 4832).
3. Cinta dan benci karena Allah.

Sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “Sekuat-kuat tali iman adalah memberikan loyalitas dan permusuhan karena Allah, dan cinta dan benci karena Allah”.(Ahmad 4/286 dan dihasankan oleh syaikh Al Bani dalam silsilah shahihah no 1728).

Cinta dan benci karena Allah artinya kita mencintai sesuai dengan kadar keimanan dan ketaqwaan dia kepada Allah, semakin bertaqwa semakin bertambah cinta kita kepadanya dan semkin jauh dari taqwa semakin berkurang juga cinta kita kepadanya, demikian pula benci.
Dan ini disebut cinta syar’iy, adapun cinta tabiat maka ini dimaafkan, seperti cinta kepada bapak dan ibu walaupun keduanya kafir selama cinta kita bukan karena agamanya tapi sebatas cinta seorg anak kpd ortunya
4. Mengabarkan kepada saudara yg kita cintai bahwa kita cinta kepadanya karena Allah. Sebagaimana dalam hadits: “Apabila seseorang mencintai org lain, hendaklah ia mengabarkan kepadanya bahwa ia mencintainya karena Allah” (Ahmad 4/130)
‎(Tapi ini khusus utk ke satu jenis dan bukan ke lawan jenis). Dan org yg dikabari hendaklah mengucapkan: ahabbakaladzi ahbabtanii fiihi (semoga Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintaiku karenaNya).

5. Mengucapkan salam dan menjawab salam. Sebagaimana sabda Nabi:”hak muslim atas muslim lainnya ada enam: apabila bertemu hendaklah mengucapkan salam”. (Muslim).

6. Menjenguknya ketika sakit. Ini termasuk hak muslim atas muslim lainnya.
7. Mendatangi undangannya.
Ini termasuk hak muslim atas muslim lainnya. Mendatangi undangan hukumnya wajib kecuali bila ada maksiat dalam acaranya.
8. Memberikan nasehat.
Ini termasuk hak muslim atas muslim lainnya.
9. Mendoakannya ketika bersin. Ini termasuk hak muslim atas muslim lainnya. Dan ini jika yg bersin mengucapkan alhamdulillah dan jika tidak maka tidak
10. Menerima hadiah dari teman kita.
Sebagaimana dalam hadits: “Datangilah undangan dan jangan menolak hadiah“. (Ahmad 1/404 shahih jami’ no 158).
11. Saling memberi hadiah, berdasar hadits Abu Hurairah: “Saling memberilah hadiah niscaya kalian akan saling mencintai”. (Shahih adabul mufrad no 462).
12. Merasakan kesedihan dan kegembiraannya. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Mukmin untuk mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling me-ngokohkan“. (Bukhari Muslim).
​13. Merasa suka bila ia mendapat kebaikan.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Tidak beriman salah seorang dari kamu sampai ia suka utk saudaranya sebagaimana ia suka utk dirinya”.
(Bukhari Muslim) dalam riwayat lain ada tambahan: dari kebaikan.
‎​
14. Membela bila ada yg menggibahnya.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Siapa yang membela kehormatan saudaranya ketika di gibah, Maka hak bagi Allah utk memerdekakan ia dari api Neraka“. (Shahih Jaami’ no 6240).
15. Menutupi Aib-nya
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Siapa yang menutupi aib saudaranya sesama muslim, Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat”. (Shahih jaami’ no 6287).
16. Membelanya di jalan Allah
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Belalah saudaramu yg berbuat zalim dan yang dizalimi”. Dikatakan: “Bagaimana aku menolong yang berbuat zalim?” Beliau bersabda: “Kamu cegah dari kezalimannya karena itu pembelaan utknya”.(Bukhari no 2443).
17. Tidak boleh melamar wanita yg sdh dilamar oleh teman kita.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Janganlah seseorg melamar wanita yg telah dilamar saudaranya sampai ia meninggalkan”. (Muslim no 1413).  ‎​Dan ini bila si wanita sudah menyatakan persetujuannya. Namun bila belum dan masih bimbang maka tidak apa menawarkan ikhwan lain sebagaimana dalam hadits Bukhari Muslim bahwa ada seorg wanita datang dan berkata: “Wahai Rasulullah, Abu Jahm dan Mu’awiyah datang melamarku”. Beliau bersabda: “Adapun Mu’awiyah ia sangat miskin tidak punya harta, sedangkan Abu Jahm tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya (suka memukul wanita) tapi nikahilah Usamah bin Zaid”.
18. Tidak boleh menjual/membeli atas penjualan/pembelian teman kita.
Nabi bersabda: “Tidak halal bagi seorang mukmin utk menjual atas penjualan saudaranya”. (Muslim no 1413).
‎ ​Contohnya bila A menjual kepada B dan sepakat pada suatu harga, kemudian datang C dan berkata kpd A dan berkata: “Saya beli barang anda dengan harga yg lebih tinggi”.

​19. Jujur dan tidak berdusta.
Nabi bersabda: “Muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak boleh mengkhianatinya, berdusta kepadanya dan membiarkannya”. (Shahih Tirmidzi no 1572).

 

___________________________

 

youjizz

Sorry, the comment form is closed at this time.