Apr 282011
 

Pada hari Rabu, 2 Februari 2011 kelas 6 Sa’ad Bin Abi Waqqash berkunjung ke Kedutaan Besar Jepang (Kedubes Jepang) yang terletak di Jl. M.H.Thamrin No. 24, Jakarta. Tujuan kita pergi kesana agar kita bisa lebih mengetahui tentang Jepang, seperti yang kita pelajari di  pelajaran IPS. Kita disambut baik oleh mereka, dan kita mendapatkan souvenir dari Kedubes Jepang, antara lain map bergambar Doraemon (salah satu kartun yang terkenal di Jepang), lalu buku-buku yang berisi tentang jepang, notes, dan kipas.

Disana, kita mengenal makanan khas, baju adat, bendera Jepang dan makna bendera tersebut, tulisan Jepang, hari-hari yang dirayakan di Jepang, lalu kita menonton film tentang jepang, dan mendengarkan cerita tentang hari Setsubun.

Makanan khas Jepang antara antara lain, Bento, Soba, Sushi, dan Tempura. Ternyata, ada Soba yang kuahnya ada campuran babi, ada yang tidak. Hati-hati jika ingin memakannya. Belum tentu semua makanan Jepang itu Halal.

Baju adat di Jepang yaitu, Kimono, Yukata, dan Hapi. Kimono digunakan untuk acara-acara penting, Hapi digunakan untuk festival, dan bahannya terbuat dari katun, dan Yukata dipakai setelah mandi atau musim panas. Yukata juga terbuat dari katun.

Bendera Jepang berwarna putih merah (seperti digambar), dengan bundaran berwarna merah ditengah. Bendera Jepang disebut juga Hinomaru. Disebut juga Hinomaru karena Hi : Matahari dan Nomaru : Bundaran. Berarti, maksud bendera Jepang adalah Bundaran Matahari.

Disana, kita diberitahukan bahwa di Jepang ada tiga jenis huruf, yaitu Kanji, Hiragana, dan Katakana.

Dibawah ini ada sedikit Bahasa Jepang (ditulis dengan huruf Bahasa Indonesia) dengan artinya :

 

Bahasa Jepang Bahasa Indonesia
Ohayo (Gozaimasu) : Selamat Pagi
Konnichiwa : Selamat Siang
Konbawa : Selamat Malam
Arigatou (Gozaimasu) : Terima Kasih
Dooitashima shite : Terima Kasih Kembali
Watashi no namae wa … : Nama Saya …
Bonka-sai : Festival Budaya
Undo-kai : Lomba Olahraga
Matsuri : Festival
Oomisuka : Malam Tahun Baru
Itadakimasu : Selamat Makan
Furo : Bak Mandi
Shiki : Alas
Hi : Matahari
Nomaru : Bundaran

Di Jepang juga ada Festival atau hari penting, antara lain, Hari kedewasaan bertepatan dengan hari Senin, minggu kedua Januari (diatas umur 20 tahun), Hatsu Maude pada 1 Januari, Setsubun pada tanggal 3-4 Februari, Hari anak perempuan pada tanggal 3 Maret, Hari anak-anak pada tanggal 5 Mei, Festival Tanabata pada tanggal 7 Juli, Festival 7-5-3 (hanya dirayakan untuk umur 7, 5, dan 3 tahun) pada tanggal 15 November, disana juga ada musim Sakura, yang biasanya terjadi pada bulan Maret hingga April. Biasanya orang-orang merayakannya di bawah pohon Sakura.

Mata uang di Jepang adalah Yen. Satu Yen di Jepang sama dengan  Rp.96,83. Ternyata tidak mencapai Rp.1.000,00 !

Kita juga dijelaskan tentang Furoshiki. Furoshiki adalah kain persegi yang di buntal. Furoshiki sendiri punya makna, yaitu Furo : Bak Mandi, dan Shiki : Alas. Furoshiki tidak hanya digunakan untuk alas, tetapi dapat dibuat tas, pembungkus kotak makan (seperti di kartun-kartun), dan lain-lain.

Disana, kita diputarkan film-film yang menjelaskan tentang Jepang. Salah satunya adalah Pertandingan Olahraga dengan Kaki Palsu dan Kursi Roda. Kaki palsu dan kursi roda digunakan hanya untuk orang-orang cacat. Dan di Jepang, kaki palsu dan kursi roda dikembangkan agar orang-orang cacat dapat ikut berpasitipasi dalam bidang olahraga. Yang menemukan kaki palsu adalah Bapak Usui.

Inilah Laporan kunjungan dari saya. Intinya, kita dapat mengenal Jepang lebih dalam, dan tidak dengan buku, cara lainnya dengan pergi ke tempat yang berkaitan dengan Jepang.

 

Karya : Athaya Fatihah Ragindita

xvideos

Sorry, the comment form is closed at this time.