Jul 072011
 

Pagi yang cerah tanggal 1 Juni 2011, kami merealisasikan agenda kegiatan Field Trip grade 2. Persiapan  keberangkatan dilakukan mulai pukul 7.30. Anak-anak menyiapkan buku dan pensil, lalu menulis soal kuis yang harus dijawab di lokasi field trip, sementara para guru mempersiapkan konsumsi seperti susu kotak, teh kotak, roti, dan snack lainnya. Kami berangkat pukul 8.30 mengendarai 4 mobil, yaitu mobil sekolah, mobil Ustadz Havied, mobil Fathan dan Najwa.

Tiba di SMAN 34 pukul 9.10, kami langsung disambut oleh Ibu Endang – Pembina KIR SMAN. Kami dipersilakan masuk ke sebuah aula untuk mendengar penjelasan tentang beberapa hal berkenaan dengan program daur ulang sampah di SMAN 34. Ibu Endang menjelaskan cara memilah sampah dan membuat barang-barang yang bernilai guna dari hasil daur ulang sampah. Selain itu, poin        terpenting adalah anak-anak dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan karena bisa merugikan kita sendiri.

Melihat anak-anak yang sepertinya sudah tak sabar lagi untuk praktek langsung mendaur ulang sampah, akhirnya tanpa berlama-lama lagi kami dipersilakan menuju Griya Daur Ulang KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) SMAN 34, yaitu sebuah bangunan mungil yang letaknya agak masuk ke dalam, tepatnya di samping lapangan futsal. Ternyata kami sudah ditunggu oleh kakak-kakak pengurus KIR yang sudah siap dengan alat-alat praktek daur ulang.

Mula-mula anak-anak diajari cara membuat bubur kertas. Caranya, kertas dipotong kecil-kecil lalu direndam dalam air selama 3 jam, kemudian diblender sampai menyerupai bubur. Kemudian bubur kertas ini dimasukkan ke dalam bak besar berisi air ditambah lem yang juga sudah diblender. Kebetulan kakak-kakak pengurus KIR sudah mempersiapkan itu semua, jadi anak-anak bisa langsung mencetak kertasnya. Anak laki-laki mendapat giliran   pertama untuk mencoba mencelupkan screen atau cetak saring (mirip dengan yang biasa digunakan oleh abang tukang sablon) ke dalam bak yang berisi bubur kertas lalu diangkat lagi sehingga bubur kertasnya tersaring di atas kain penyaring pada screen. Kemudian, dengan tenaga dan kecepatan penuh, screen ditempelkan ke papan yang dilapisi kain hero lalu ditekan bagian kain penyaringnya dengan alat bernama rakel (semacam   karet yang dijepit di kayu persegi). Setelah itu, screen diangkat dan… jadi deh, kertasnya menempel di papan, tapi harus dijemur terlebih dulu karena masih basah.

Anak perempuannya tentu juga tak mau ketinggalan. Mereka juga mencoba mencetak kertas dari bubur  kertas seperti yang dilakukan anak laki-laki. Akhirnya, karena serunya, anak-anak saling bergantian mencoba mencetak kertas sampai-sampai lupa mencoba daur ulang yang lain. Sayangnya karena belum lihai, banyak juga yang gagal mencetak kertasnya. Hasil cetakannya tidak rata dan berlubang di mana-mana.

Beberapa anak melihat-lihat bagian belakang Griya Daur Ulang. Di situ ada semacam bak sampah yang berjejer. Ada yang berisi sampah daun yang masih hijau, ada yang sudah agak kering, dan ada juga yang sudah seperti tanah. Ternyata itu adalah tahap-tahap proses pembuatan kompos padat dari sampah daun seperti yang     dijelaskan kakak pengurus KIR. Selain kompos padat, beberapa anak juga mendapat penjelasan tentang cara membuat kompos cair, yaitu sampah sayur atau kulit buah yang dipotong kecil-kecil lalu ditambah air dan gula.

Di bagian belakang Griya Daur Ulang itu sebagian anak juga mencoba alat pencacah sampah yang bentuknya mirip sepeda. Sekitar pukul 10.30, melihat anak-anak yang sudah kehausan akhirnya kami semua istirahat sambil menikmati snack yang sudah disediakan. Anak-anak juga melihat-lihat benda kerajinan tangan sebagai hasil daur ulang sampah. Ada gantungan kunci, karton, dompet, tempat pensil, dan masih banyak lagi.

Akhirnya setelah memperoleh cukup banyak ilmu, pukul 11 kami semua berpamitan kepada Ibu Endang dan kakak pengurus KIR. Sebelum pulang kami menyerahkan souvenir sebagai ucapan terima kasih dan kenang-kenangan yang diserahkan oleh Ustadz Rian kepada Ibu Endang. Namun, ternyata mobil sekolah sudah kembali ke sekolah karena ada suatu keperluan, hingga akhirnya kami pulang dengan agak sedikit berdesak-desakan di mobil. Alhamdulilllah kami tiba di sekolah pukul 11.30 dengan selamat.

 

Oleh : Ustadz Rian (guru grade 2)

 

 

milf porn

Sorry, the comment form is closed at this time.